Dalam beberapa tahun terakhir, Proyek Seni merupakan istilah yang sering digunakan dalam seni kontemporer di Indonesia. Perwujudan karya yang menuai kemungkinan pengembangan ide dan partisipasi publik menjadi praktek yang sedang dilakukan dalam sejarah seni rupa kita.

Dinamika di dalam medan seni kontemporer di Indonesia sampai hari ini terasa lebih intens atas keterhubungan akses satu sama lain, sehingga di saat bersamaan, terjadi inisiatif dan elaborasi terhadap proses penciptaan seni, bukan hanya terpusat pada pekerja seni dan karyanya saja, namun juga variabel-variabel lain di dalam perwujudan sebuah proyek seni: Bagaimana proses yang terjadi, interaksi seniman dengan ruang dan masyarakat? Apa saja gagasan dan isu yang termuat di dalam karya tersebut, sehingga terjadi perkembangan pemikiran?

Dengan itu, Proyekseni.com hadir sebagai upaya untuk memperluas cakupan pengarsipan serta pengembangan pengetahuan mengenai proyek seni dalam arus perkembangan seni kontemporer. Akan ada entri “idea” dan “proses” demi mendokumentasikan gagasan dan proses penciptaan yang telah dilakukan. Variabel-variabel dalam sebuah karya yang tak lepas dari pergulatan sosial, politik, ekonomi, dan lingkungan secara tidak langsung turut memposisikan peran seni di masyarakat.

Proyekseni.com digagas oleh Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta. Platform ini diinisiasi oleh Angga Wijaya, Hafiz Rancajale, Ajeng Nurul Aini, dan Andike Widyaningrum. Platform ini bersifat partisipatif dan kolaboratif demi perluasan area pengarsipan, yang terbuka kerjasama dengan seniman dan kurator Indonesia dalam pengembangan platformnya.

For these last few years, art project has been a catchphrase employed in the Indonesian scene of contemporary art. The making of an artwork that allows for possible idea development and public participation becomes a practice being carried out in our art history.

The dynamics within the contemporary art sphere in Indonesia nowadays grow more intense due to interactive accessibility. As the result, initiatives and elaborations of artwork creation simultaneously thrive which aren’t centered only on the art workers and their works but also on other variables within the process of an art project: How does the process happen, and how is the artist’s interaction with the space and society? What are the ideas and issues contained in the artwork that allows conceptions to expand?

Hence Proyekseni.com emerges as an attempt to enlarge the scope of archives and the knowledge expansion of art projects within the currents of contemporary art development. There will be entries “idea” and “process” to document the ideas and processes of creations. Variables of an artwork, inseparate from the social, political, economic and environmental struggles, indirectly locate the role of art in a society.

Proyekseni.com is initiated by the Art Committee of Jakarta Arts Council. This platform is brought about by Angga Wijaya, Hafiz Rancajale, Ajeng Nurul Aini and Andike Widyaningrum. It is open for participation and collaboration for the sake of archival field expansion, allowing cooperation with any artists and curators of Indonesia for further development.