Idea

PANOPTIC: Mekanisme Kuasa Negara dalam Lembaga Pemasyarakatan

 

Proyek Seni Perupa Perempuan seri kedua masih membicarakan perempuan dalam konteks sosial-politik. Bagaimana konstruksi perempuan dalam mekanisme sistem dan lembaga yang dibuat Negara untuk masyarakatnya. Proyek akan dilaksanakan di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur yang merupakan satu-satunya Rutan khusus perempuan di Jakarta. Lantas tidak hanya persoalan gender, namun juga mekanisme kekuasaan sebagai struktur besar di tengah kasus kriminalitas dan hukum yang diberlakukan. Panoptic—begitulah tema Proyek Seni Perupa Perempuan kali ini, merujuk pada pengembangan konsep pendisiplinan masyarakat oleh Michel Foucault.

Tujuh seniman perempuan yang dipilih mempunyai metode karya yang khas dan multi-disiplin. Cakupan domisili seniman pun diperluas. Ayu Dila Martina, Daniella F. Praptono, dan Ika Vantiani dari Jakarta. Meicy Sitorus dan Prilla Tania dari Bandung. Nenan Angenani Titis dan Venti Wijayanti dari Yogyakarta.

Selama satu bulan, terhitung sejak 19 September–21 Oktober 2016 para seniman melakukan observasi sosial di Rutan dan pendekatan personal ke warga binaan perempuan. Melalui proses tersebut, seniman melakukan aktivitas dan kolaborasi di dalam Rutan sesuai dengan pengembangan ide dan metode masing-masing. Kegiatan partisipatoris ini dipilih untuk meretas konsep ‘panopticon’ tersebut, melihat tegangan yang terjadi di antara pengalaman estetik dan pandangan imajinatif yang ditawarkan.

Setelah satu bulan aktivitas dan peristiwa dilakukan di Rutan, seluruh proses akan dipresentasikan di Galeri Cipta III, TIM Jakarta pada November 2016. Proyek seni Panoptic ini juga akan ditunjang dengan artikel website dan penerbitan buku yang akan mendokumentasikan seluruh proses proyek seni tersebut.

PANOPTIC: State Power System in The Correctional Institution

 

The second series of Women Artist Project still talks about women in the socio-political context; how women are constructed in the system mechanism and institutions created by the State for its people. The project will be conducted in Pondok Bambu Prison, East Jakarta, the only prison for women in Jakarta. However, it is not only about gender problems, but also power as a major structure in criminal cases and positive law. Panoptic—it is the theme of Women Artist Project this time, referring to the concept of societal discipline developed by Michel Foucault.

The seven women artists selected have unique, multi-disciplinary methods. The range of the artists’ origins is expanded, namely Ayu Dila Martina, Daniella F. Praptono and Ika Vantiani from Jakarta; Meicy Sitorus and Prilla Tania from Bandung; Nenan Angenani Titis and Venti Wijayanti from Yogyakarta.

For one month, from September 19 to October 24, 2016, these artists conducting social observation in the prison and personal approach toward the locals guided by the women. Throughout this process, the artists carrying out activities and collaborations inside the prison according to their each idea development and method. This participatory is opted to hack the concept of “panopticon”, looking at the tension happening between the aesthetic experience and the imaginative view it has to offer.

After one month of activities and events done in the prison, the entire process will be exhibited in Galeri Cipta III, TIM, Jakarta, in November 2016. This Panoptic art project will also be supported by website articles and a book publication documenting this entire process of the art project.

Artist

Ayu Dila Martina
Daniella F. Praptono
Ika Vantiani
Meicy Sitorus
Nenan Angenani Titis
Prilla Tania
Venti Wijayanti